Pengertian dari Teks Nonfiksi, Serta Cara Mengidentifikasi Informasi Didalamnya

Pengertian dari Teks Nonfiksi, Serta Cara Mengidentifikasi Informasi Didalamnya

Apa judul novel paling lucu yang pernah kamu baca? Atau judul dongeng yang pernah dibacakan untukmu ketika pengantar tidur? Tentunya kamu bisa menyebutkan lebih dari satu judul koleksi buku fiksi seperti novel, dongeng, dan cerpen. Jenis buku tersebut lebih mudah dikenal karena termasuk buku fiksi atau karangan imajinatif. Lalu tahukah kamu tentang koleksi buku seperti biografi, ensiklopedia, jurnal, dan buku pedoman? Apakah kamu pernah membaca salah satu jenis dari buku tersebut? Jenis teks atau buku seperti biografi, ensiklopedia, jurnal dan buku pedoman termasuk jenis buku nonfiksi. Mengapa disebut nonfiksi? Jenis teks ini berdasarkan kenyataan atau data yang benar adanya di kehidupan nyata. Apakah kamu pernah membuat laporan sederhana di sekolah? Misalnya, berupa penelitian tumbuhan kecambah. Nah, data-data yang ada di dalamnya tentu saja berasal dari pengamatan kamu. Jika dibuat menjadi laporan secara utuh, maka teks tersebut akan menjadi teks nonfiksi berupa laporan hasil percobaan.

Untuk bisa lebih memahami hal ini, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai pengertian dari teks nonfiksi beserta dengan contohnya. Pastikan kamu membaca hingga akhir, ya! Supaya pengetahuan kamu mengenai materi ini semakin bertambah banyak.

Pengertian dari Teks Nonfiksi

Sebuah karangan atau teks yang dibuat berdasarkan fakta akan disebut sebagai teks nonfiksi. Setiap karangan yang berasal dari pemikiran dan pengamatan sesorang harus didukung oleh sesuatu yang nyata kemudian disusun secara rapi dan sistematis. Contohnya, teks yang dibuat berdasarkan pengamatan objektif, hasil analisa, atau hasil penelitian.

Jenis Teks Nonfiksi

Teks nonfiksi akan terbagi menjadi dua jenis berdasarkan cara penyajiannya, yaitu:

Nonfiksi murni

Pengembangan dari karangan akan berlandaskan data autentik.

Baca juga :  Letak Astronomis Negara Asean, Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara

Nonfiksi kreatif

Data yang dikembangkan bisa berasal dari imajinasi penulis dengan maksud untuk menyentuh nalar atau pikiran pembaca, emosi pembaca, dan mendapatkan gambaran yang lebih spesifik.

Contoh Teks Nonfiksi

  • Buku ilmiah
  • Biografi
  • Esai
  • Jurnal
  • Skripsi
  • Penerbitan akademik
  • Makalah ilmiah
  • Makalah akademik
  • Laporan buku
  • Dan masih banyak lagi

Ciri-Ciri Teks Non Fiksi

Teks nonfiksi memilki ciri-ciri tersendiri yang bisa digunakan agar kita bisa lebih mudah mengenalinya. Berikut ini ciri-ciri teks nonfiksi:

  • Memiliki pembahasan dengan bahasa formal, resmi, atau baku.
  • Menggunakan gaya bahasa denotatif (memiliki makna sebenarnya).
  • Tersusun atas fakta dan data yang nyata.
  • Ditulis secara runtut.
  • Merupakan temuan baru atau penyempurnaan temuan lama.

Mengapa Kita Harus Mengidentifikasi Teks Nonfiksi?

Tujuan utama dari mengidentifikasi sebuah teks nonfiksi adalah untuk mendapatkan informasi penting yang ada di dalam karangan tersebut. Informasi yang ada di dalamnya berupa data-data atau fakta yang bisa kita coba untuk pahami lebih lanjut.

Tips dalam mengindentifikasi teks nonfiksi

Ada beberapa tips yang bisa kamu ikuti ketika ingin mengidentifikasi sebuah teks nonfiksi, yaitu:

  1. Bacalah teks dengan saksama, lalu coba pahami makna setiap kalimat. Cobalah untuk membaca sebuah teks nonfiksi lebih dari satu kali. Karena semakin banyak kita membacanya maka akan lebih banyak informasi yang bisa kita temukan.
  2. Mencari kalimat utama akan sangat membantu dalam proses mengidentifikasi teks nonfiksi.
  3. Tentukan ide pokok dengan menggunakan kata kunci. Dengan begitu akan memudahkan kita memahami fakta dan data yang ada di dalam sebuah teks nonfiksi.
  4. Manfaatkan kata tanya apa, kapan, siapa, di mana, mengapa, dan bagaimana untuk mencari tahu informasi penting dan menyajikannya dalam kesimpulan.
Baca juga :  Jenis dan Fungsi Musik Iringan Tari Tradisional Kelas 8

 

Contoh Teks Nonfiksi

Penemu Facebook

Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asrama Harvard pada tanggal 4 Februari 2004. Sebuah inspirasi awal Facebook mungkin berasal dari Phillips Exeter Academy, sekolah tinggi swasta di mana ia lulus pada tahun 2002.

Mark mempublikasikan direktori mahasiswa sendiri, buku angkatan yang oleh siswa disebut sebagai “The Facebook”. Direktori ini merupakan pengalaman bersosialisai yang sangat penting di sekolah ini. Dengan hal tersebut, siswa dapat mendaftarkan berbagai informasi seperti tahun angkatan, kedekatan mereka dengan teman-teman, dan nomor telepon mereka.

Setelah kuliah, Facebook dimulai dari hanya sebagai “kepunyaan Harvard” sampai akhirnya Mark memutuskan untuk menyebarkan ke sekolah lain, dengan bantuan dari teman sekamarnya Dustin Moskovitz. Mereka pertama kali memulai nya dari Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, Cornell, Brown, dan Yale.